Sabtu, 09 Juli 2011

Holiday with AT 2 PM :)

Hari itu, tanggal 29 Juni 2011. hari yang sangat membahagiakan bagiku. Karena aku akan liburan bersama teman-teman di kelasku. AT 2 PM (Association of Ten Two Posses Mirth), nama kelasku. Dengan waktu yang sangat panjang akhirnya nama ini timbul dari berbagai pilihan nama kelas yang terajukan. Terdiri dari berbagai siswa yang berasal dari beragam SMP. Aku sangat tidak menyangka dapat masuk ke dalam kelas yang membuatku merasakan artinya persahabatan ini. Sungguh menakjubkan. Aku sangat tidak sabar menunggu hari ini. Namun aku merasa sedih, karena kami akan berpisah di kelas 2 :’(
Semuanya telahku persiapkan, mulai dari baju, makanan, perlengkapan tambahan lain. Dengan senyum ceria, aku diantarkan papaku ke sekolah. Di sana, aku melihat Asri dan Viola telah datang duluan. Dengan senyum yang indah mereka menyapaku dan mengajakku untuk meletakkan barang di sebuah warung di depan sekolah. Beberapa teman lain juga datang. Semuanya telah membawa semua perlengkapan.
Aku dan teman-teman yang lain berfoto bersama di depan sekolah. Dengan bergantian camdig, ustad di mesjid, dan pegawai sekolah memfoto kami. Yang lucunya, ada di dekat sekolah mesjid yang sedang mengadakan qatam Al-Quran, berjalan di depan sekolah kami, sedangkan kami sedang asyik berfoto. Mereka semua melihat pada kami. Namun kami hanya tertawa. Kemudian asri juga ikut di belakang arakan anak-anak Qatam Al-Qur’an tersebut. Dan kami tertawa lagi.
Waktu sudah menunjukkan jam 8 lewat sedikit, bus yang kami tumpangi mulai berjalan. Kami kemudian berdo’a bersama semoga perjalanan kami dilindungi oleh Allah SWT. Di perjalanan kami bernyanyi bersama. Tertawa yang selalu menyelimuti di setiap detik perjalanan kami. Musik-musik yang diputar mengiringi jalannya bus. Ari sempat kesal karena lagu artis favoritnya (Justin Bieber) tidak ada di flashdisk yang sedang diputar. Tetapi teman lain malah tertawa dan mengatakan “Bosan, Justin Bieber se, alah dulu ka Pakanbaru mah”. Haha memang dulu sewaktu kami pergi lawatan ke Pekan baru, yang paling banyak diputar adalah lagu Justin Bieber.
Kami juga sering memberhentikan suatu lagu yang tidak kamu sukai dan menggantinya. Sungguh sangat menyenangkan. Berbagai plesetan sering muncul. Jika salah seorang menyebutkan satu kata, maka berbagai plesetan muncul. Namun sedikit yang membuat kami kesal adalah kemacetan yang terjadi di jalan. Kemudian kami berhenti sebentar di dekat sebuah bengkel. Tetapi aku tidak tau kenapa. Kemudian perjalanan berlanjut.
Pemberhentian berikutnya adalah sebuah mesjid. Di sini, beberapa teman melepaskan panggilan alam. Setelah itu, perjalanan berlanjut. Karena macet, ariq sama mami turun. Katanya mau beli kayu bakar. Tetapi bus tetap melaju sedikit, demi sedikit. Dan jarak antara tempat turunnya Ariq dan mami dengan bus sekarang sangat jauh. Akhirnya, supir bus, meminggirkan bus untuk menunggu Ariq dan mami.
Perjalanan berlanjut. Sekali lagi berhenti di samba lado, padang panjang. Di sana, kami sholat dan memesan makanan. Namun makanannya kami bawa. Di sinilah mulai terungkap sebuah rahasia. Namun, aku tidak bisa memplubikasikan di sini, hehehehe rahasia yang sangat menghebohkan seluruh warga AT 2 PM.
Di bus, setiap ada makanan, pasti langsung habis dengan cepatnya. Rakus, haaha. Setiap ada teman yang mengeluarkan satu makanan, maka teman lain akan berebut mengambilnya. Tidak ada timbul rasa kemarahan, yang timbul hanyalah keceriaan dan kesenangan yang terlukis di semua wajah teman-temanku. Namun kebersihan tetaplah harus dijaga. Setiap ada sampah, ketua jalan-jalan, Putra selalu membersihkan. Hahah rajin. Kehebohan tak luput dari perjalanan kami. “tabolok” menjadi kata yang fenomenal. Namun seiring berjalannya bus, tidak sedikit yang merasa galau. Sebagian teman, hanyut dalam lantunan lagu-lagu galau yang diputar dan pemandangan yang sangat indah.
Satu hal yang tak kan terlupakan lagi adalah foto. Mungkin setiap menit kami berfoto bersama. Yang lebih parahnya, teman-teman yang sedang tidur, difoto oleh teman lain, atau diberi bedak ke pipinya. Lucu dan mengasyikkan. Aku mendapatkan dua goresan bedak di wajahku sewaktu aku tidur.
Perjalanan kembali berhenti di telaga Koto Baru, Bukittinggi. Di sini, kami berhenti untuk makan. Pemandangannya sangat indah. Kami berjejer di tepi danau untuk menikmati makanan yang kami beli di samba lado. Beberapa teman merasa nasinya terlalu pedas. Haha memang sedikit pedas bagiku. Setelah itu, kami berfoto bersama. Dengan belaian angin yang lembut dan pemandangan yang begitu cantik membuat kami tidak bosan untuk berfoto di sini. Namun perjalanan tetap harus berlanjut. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Ini sangat terlambat dari waktu yang telah kami tentukan di proposal.
Perjalanan berlanjut ke daerah matur. Di persimpangan dekat matur, kami telah melihat ada tulisan bahwa nuansa maninjau tinggal 22 km lagi. Kami sungguh tidak sabar untuk sampai di nuansa. Jalan di daerah matur berkelok-kelok. Sedikit membuat pusing, tetapi menegangkan. Tikungannya sedikit tajam. Beberapa teman menjadi berteriak karena ketakutan dan terlalu bersemangat. Ini dapat membuat konsentrasi supirnya terganggu. Akhirnya supirnya mengatakan supaya kami tidak terlalu meribut, karena butuh konsentrasi yang tinggi untuk melewati jalan ini. Pemandangannya sangatlah indah. Bus berjalan di tepi-tepi bukit. Pemandangan di bawah sangat menakjubkan. Apalagi di panorama sungai, aku lupa nama sungainya. Sangat indah. Di bawahnya ada mesjid yang kubahnya berwarna merah.
Matur, telah dilewati. 2 km lagi nuansa. Sungguh sangat tidak sabar. Akhirnya sampai juga di nuansa Maninjau. Di nuansa terdapat hotel dan cottage. Di sini, kita dapat menikmati banyak fasilitas. Dari parkiran nuansa, sangat jelas danau maninjau. Menakjubkan.
Ovy, Putra, dan Mami turun dari bus untuk check-in. kami berhenti di dekat parkir nuansa. Kemudian kami pergi ke cottage kami masing-masing. Ovy mengantarkan kunci ke cottage kami. Cottage kami adalah bilih nomor 114. Di cottage ini, ada Lenny, Upi, aku, tiara, karina, viola, metha, riri, tifa, dan asri. Sedangkan di cottage 115, ada Retno, tasha, gina, ovy, felis, ica, dan fifi. Sebenarnya masih ada 3 cewek lagi di cottage kami, yaitu Indah purnama, shaza dan aye, namun mereka tidak bisa ikut. Di cottage cowok ada syukran, hasbi, liga, adit, samsul, ryanda, fandhy, agung, putra, Ari dan Ariq. Sedangkan 2 orang pembimbing Akademik kami, Sensei dan Mami, di hotel. Di cottage 114, Terdapat dua kamar. Kami membereskan barang-barang kami. Dan kemudian kami mengistirahatkan tubuh kami sejenak.
Setelah beberapa lama, kami melangkahkan kaki ke luar cottage. Udara sangat dingin. Tetapi sangat sejuk. Kami meniti beberapa anak tangga (kurang lebih 25 anak tangga) menuju ke tempat bermain anak-anak. Hahaha, kami tau bahwa tempat bermain ini khusus untuk anak-anak, tetapi, ini kan fasilitas, jadi harus dimanfaatkan. Hehe. Kami bermain banyak permainan, seperti: seluncuran, flying fox dalam bentuk kecil, ayunan, dan masih banyak lagi. Namun dalam kesenangan kami tersebut, Ariq datang dengan wajah sedikit marah. Ia mengatakan kalau kita masih mau tinggal di sini, tolongin Ovy, dia udah susah ngomong sama orang nuansa, jangan main juga. Sedikit mengagetkan kami. Namun bagaimana cara kami membantu. Kami hanya kembali ke cottage. Kami bersembunyi, supaya orang nuansa beranggapan bahwa kita hanya sedikit.
Di cottage 114, aku, karina, upi, lenny, tiara, tifa, ola, metha, riri, dan asri berunding apa yang seharusnya kami lakukan. Akhirnya kami mengambil keputusan supaya sebagian keluar dan sebagian lagi di kamar. Belum sempat mau pergi, baru beberapa langkah dari teras, Ariq dan Ari menghampiri kami. Mereka membawa berita yang menggemparkan kami. “Kita jadinya pindah ke bawah”, ujar Ariq. Sontak mengagetkan kami. Kami kembali masuk ke cottage dengan penuh rasa kesal. Tiara dan beberapa teman lain yang kesal, mengobrak-abrik kamar di sebelah kanan. Kami sangat kesal. Kami keluar dari cottage. Baru beberapa langkah dari teras, Ariq dan Ari kembali menghampiri kami dengan wajah tertawa. “Gak ada kita pindah, kami cuma becanda, kalian malah menuruti, hahahaha”, Ari dan Ariq tertawa.
Kami merasa kesal bercampur senang. Akhirnya kami gak pindah. Kami kembali ke cottage memberitahu teman lain. Mereka sedikit kesal. Apalagi Tiara dan teman lain yang memberantakan kamar sebelah kanan. Namun kami sangat bergembira. Akhirnya kita masih bisa bersenang-senang.
Kami melanjutkan permainan kami. Kami mencoba berbagai permainan. Beberapa teman mencoba bermain flying fox. Aku takut mencoba. Hahaha salah satu temanku, Tifa, mencoba. Namun dia terjatuh. Untung flying foxnya cuma kecil. Kami tertawa namun juga bersimpati dengan Tifa. Kami menghibur Tifa. Yang paling lucu adalah seorang anak kecil bernama Carolite (kalau gak salah) mencoba bermain flying fox. Ternyata dia bisa. Kami mengejek Tifa. Masa gak bisa, padahal anak kecil aja bisa. Tifa hanya bisa diam dan berpura-pura ngambek. Haha beberapa teman malah asyik berfoto dengan anak kecil tersebut. Ya memang Carolite sangat cantik. Rambutnya panjang. Kulitnya putih. Senyumnya juga manis. Ari, Retno, Ovy, gina, dan teman yang lain berebutan untuk berfoto dengan Carolite.
Aku sedang main salah satu permainan bersama Lenny dan teman yang lain ketika Syukran memanggil. Aku menyangka pasti minta difotoin karena dia duduk di dalam jaring. Ketika sampai di sana, ternyata syukran memutar lagu-lagu galau. Wahaahaha, aku, Lenny, Riri, dan teman yang lain jadi ikut bernyanyi. Hahahah galau.
“Alah, pacu karuang lai”, terdengar suara Ari dari samping cottage cowok sambil membawa banyak karung. Beberapa teman mengejar dan mengambil karung. Posisi startnya sudah ditentukan yaitu di dekat tiang flying fox dan batasnya sampai dekat taman bermain. Menyenangkan. Banyak yang ikut, Ari, Ovy, gina, Upi, Viola, dll. Terdengar gelak tawa ketika permainan di mulai. Ari dengan giat menghentakkan kakinya untuk mencapai garis finish. Beberapa teman lain agak kesulitan. Haha mungkin karena postur tubuh. Hehehe piss :D
Aku baru ingat bahwa aku belum sholat Ashar. Aku segera mengambil mukena dan bergegas menuju Mushala bersama Riri dan Tifa. Ternyata di Mushala tersebut ada Ica, Gina dan Tiara yang baru saja selesai sholat. Kemudian kami mengambil wudu’ dan sholat Ashar.
Waktu sudah menunjukkan jam 5 kurang. Time for the next event. Semua berebutan mengganti pakaian dan berlarian ke arah kolam bernenag. Ha, pasti dingin. Aku malas berenang, karena pasti airnya dingin, iiih, burrrr. Beberapa teman yang tidak ikut berenang memfoto teman yang berenang. Berbagai permainan juga diadakan. Bermain bola di air. Setelah membagi kelompok, teman yang berenang memulai permainan. Pasti mengasyikkan.
Aku beranjak dari duduk di tepi kolam dan pergi ke arah cottage cowok. Rupanya di sana ada ica dan teman cewek yang lain yang sedang memasak nasi. Waaa, nasinya ternyata masih menjadi beras. Sepertinya airnya kurang. Dengan penuh semangat kami mengulangi lagi memasak nasi. Kami mengeluarkan sedikit nasi yang masih menjadi beras dan menambahkan air ke dalam magic jar. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya nasinya masak.
Aku kembali berlari ke kolam. Rupanya ada beberapa teman yang sudah pergi ke sauna. Aku, Lenny, Tifa, dan Gina, berjalan ke arah bawah nuansa. Di sana, kami menemukan sebuah kolam dengan ada jembatan di atasnya dan beberapa batuan di sampingnya. Sangat indah. Namun airnya sedikit kotor. Kami mengambil beberapa foto di sini. Mulai dari duduk di jembatan, mendaki ke tangga di samping kanan, dan duduk di dekat bukit, sampai duduk di batu yang berada di tepi kolam. Sangat mengasyikkan.
Hari sudah mulai sore, kami kembali ke dekat kolam berenang. Masih ada teman cowok yang mandi. Kami akhirnyamemutuskan pergi ke tempat sauna atas usulan dari karina. Di sini, kami menemukan retno, tasha, felis, ovy dan teman yang lain yang sedang berendam di air hangat. Aku mencoba merasakan sedikit airnya. Memang panas, teteapi gak terlalu panas, hehe. Aku melangkahkan kaki ke sebuah ruangan yang aku tidak tau namanya (maklum, baru kali ini liat tempat sauna, wahahahah). Di ruangan ini,terdapat lantai kayu dan tempat duduk kayu serta lampu berwarna kuning. Di sini, aku melihat viola dan fifi yang sedang berfoto. Hahah mengasyikkan sepertinya.
Sepertinya bau badanku mulai menguak. Aku, Lenny, dan Tifa kembali ke cottage. Kami langsung berebutan untuk mandi. Dengan saling cup-cupan, akhirnya aku mendapat giliran setelah ica. Mandi telah selesai dilaksanakan. Kami duduk bersama di depan TV menonton Spongebob Squarepants. Hahaha aku tidak menyangka ternyata teman-temanku juga suka spongebob, hahah. Dan sepertinya waktu untuk sholat maghrib telah tiba. Kami mengambil wudu’ dan sholat di kamar sebelah kiri.
Selesai sholat, kami kembali sejenak menonton. Namun sepertinya cacing-cacing di perut sudah mendemo minta makan. Hahaha kami bergegas menuju cottage cowok. Rupanya hujan. Kami berlarian ke cottage cowok. Di sana telah banyak teman-teman lain. Aku melihat, Karina dan beberapa teman lain sedang memasak naget. Kami harus berhemat kali ini.
Aku disuruh Syukran untuk membantunya menghidupkan lampu di luar cottage. Aku mencoba menekan semua stop kontak yang ada di dalam ruangan. Yang terakhir, aku mencoba stop kontak di dekat wc, sebelah kamar cowok. Waaaaaa, aku kaget. Terdengar teriakan dari dalam wc. Aku langsung menghindar. Ternyata agung. Hahaha maaf agung, aku tidak sengaja.
Haha akhirnya masakan ala chef Karina selesai. Kami berebutan duduk di dekat nasi yang telah dihidangkan. Terdapat nasi, dua naget dan sedikit saus. Cukuplah untuk mengganjal perut yang kosong. Ternyata sangat enak dan mengenyangkan.
Selesai makan, saatnya menonton film. Ari meletakkan laptop Liga di dekat ruang nonton. Kemudian ia memutar film tentang Hitler. Menyedihkan filmnya. Sampai-sampai Upi nangis hahaha (kidding pi haha). Namun beberapa teman lain juga menonton TV.
Aku baru menyadari bahwa sangat dingin. Aku mengintip keluar. Masih hujan, namun pemandangan sangat bagus. Beberapa teman membuka pintu dan berfoto di luar. Pemandangan sangat bagus. Hujan dan kabut berubah seperti salju. Lampu taman yang berwarna kuning menambah romantis suasana. Sangat, sangat, sangat kereeeen. Tiara baru menyadari kalau camdignya hilang. Rupanya terjatuh di rumput. Ari, Agung, Asri dan beberapa teman lain mencoba mencari camdig Tiara. Walaupun sedikit hujan. Akhirnya camdig Tiara ditemukan. Sedikit basah, namun sepertinya masih bisa dipakai. Ternyata yang rusak cuma lensanya sedikit.
Metha merasakan panggilan alam, ia minta ditemani ke wc. Akhirnya aku temeni (tapi sumpah gak ngapa-ngapain!!!). Namun, lampu di wc tiba-tiba mati. Aku dan Metha berteriak ketakutan. Sangat gelap. Tidak ada yang bisa ku lihat. Aku terpeleset di dekat pintu. Namun aku bergegas berdiri dan keluar. Di luar aku melihat teman-teman lain yang tertawa dan memperhatikan kami. waaaa, malunya :3
Hujan sepertinya udah reda. Ovy dan teman cowok lain mengeluarkan pemanggang. Kami berencana untuk membuat bakar ayam malam ini. Setelah api dihidupkan dengan susah payah, Ovy memulai pembakaran ayam (haha kedengaran sadis ya hahaha). Kantong mataku sepertinya sudah punya kantong mata lagi (seperti Squidward). Aku ngantuk, begitu juga Lenny. Syukran mengatakan supaya kami duluan aja ke cottage, daripada menyiksa diri karena gak tidur. Aku dan Lenny mengikuti sarannya. Kami pergi ke cottage. Namun kami lupa berpamitan. Baru beberapa langkah dari cottage cowok, Ovy dan teman lain langsung mencegat.
“Mau kemana? Kalau mau pergi tu, izin dulu”, kata Ovy.
“ya, kami mau pergi ke cottage, ngantuk”, ujarku dan Lenny.
Ovy mengangguk. Kami melanjutkan langkah ke cottage. Pintu cottage kami terbuka. Sepertinya ada teman lain di dalam. Aku dan Lenny mengycapkan salam dan masuk ke dalam. Aku melihat Upi yang sedang tidur di kamar sebelah kiri. Aku dan Lenny menyapa Upi. Aku tidak menyangka Upi sangat pemberani. Ia cuma sendirian di cottage. Hebaaat. Aku dan Lenny ikut merebahkan tubuh dan memulai untuk tidur. Baru beberapa saat, ada yang mengetok pintu cottage kami. Kalau gak salah, Upi turun dan membukakan pintu. Rupanya Metha dan Tiara. Kami kemudian sedikit bercerita-cerita. Kemudian menghidupkan musik hahaha. Pintu diketok lagi. Upi kembali membukakan pintu, ternyata Asri, Tifa, Riri, Viola dan Karina. Mereka masuk. Kami kembali bersenda gurau. Karina mengusulkan untuk memasak pop mie. Kami pun memasak pop mie. Dengan bergantian, kami mencicipi pop mie. Menyenangkan. Kami masih duduk di ruang tamu sambil menonton TV dan menikmati pop mie. Sangat mengasyikkan. Senda gurau tak lepas dari pembicaraan kami.
Waktu sudah menunjukkan jam 12 malam. Kami memutuskan untuk tidur. Kami sedikit bergelut saat akan tidur. Tapi saatnya untuk tidur.
Jam menunjukkan pukul 5 ketika kami bangun. Kami bergantian ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Rencananya kami akan jogging pagi ini. Kami berjalan keluar. Udara sangat dingin. Kami berfoto-foto di luar. Kemudian kami berjalan ke arah parkiran nuansa. Di sini, kami bisa melihat danau maninjau. Pemandangan yang sangat cantik. Pemandangan yang sangaaaaaaaaaaaaaat indah. Kami lagi-lagi memanfaatkan pemandangan ini untuk berfoto bersama. Setelah itu, kami kembali bermain di taman bermain anak. Kami memasang tali di antara dua pohon. Rencananya kami mau mengadakan lomba makan kerupuk. Aku melihat karina dan viola, serta teman lain sedang masak di dapur. Aku membantu mereka. Aku menggoreng beberapa telur. Sedangkan Viola menggoreng kerupuk pangsit. Serta Karina memasak nasi goreng. Gina dan Ica membantuku menyiapkan telur yang akan digoreng. Sensei duduk di dekat kami untuk mengarahkan masakan kami. Masakan telah selesai. Kami menghidangkan masakan di halaman dekat cottage cowok. Jadi kayak picnic gitu. Hahah.
Aku kembali ke cottage. Beberapa teman telah mandi. Aku juga mau mandi. Akhirnya aku mendapat giliran setelah tifa. Setelah mandi, kami makan di halaman dekat cottage cowok. Tak terasa, kami harus meninggalkan nuansa. Setelah mempersiapkan semua barang dan memastikan semua barang tidak ada yang tinggal, kami berjalan ke luar untuk meletakkan barang-barang kami di dalam bus. Haaaa, rasanya tidak tega meninggalkan semua kenangan di nuansa. Sangat indah. Aku ingin sekali mengulangnya lagi. Bersenda gurau dengan teman, makan bersama, bermain, berenang, berfoto bersama, sangat mengharukan. Namun kami harus tetap check-out hari ini. Andai waktu bisa di ulang, kami ingin sekali mengulang waktu pada saat kami mau berangkat ke nuansa. Menyedihkan. Kami menaiki bus. Sedikit menutup tirai supaya orang nuansa beranggapan kami sedikit. Hahaha lucu memang.
Bus kembali bergerak. Aaaaaaaa, sangat tidak tega meninggalkan nuansa. Bus kembali melaju ke arah Matur dan Padang Luar. Kami akan pergi ke Bukittinggi. Beberapa teman mau bermain outbound di kebun binatang Bukittinggi.
Setelah sampai di kebun binatang, kami membeli tiket dan langsung menuju tempat outbund. Namun semua harapan kami pupus. Outboundnya sepertinya ditutup. Dengan perasaan kecewa kami duduk di dekat kandang sebuah burung. Upi yang sangat berniat untuk menunggangi kuda juga sedikit kecewa karena tidak bertemu kuda yang akan ditumpangi. Akhirnya Riri mengusulkan untuk menaiki gajah. Kami bergegas ke seberang kebun binatang. Di jembatan yang menghubungkan dua bukit ini, beberapa teman melompat-lompat seperti anak kecil. Kami melihat anak turis. Sangat lucu memang. Karina mencubit pipi anak kecil itu karena merasa gemes. Dan tak disangka-sangka, ibu dari anak tersebut juga mencubit pipi karina. Kami tertawa. Hahah aneh.
Setibanya di seberang, kami langsung pergi ke kandang beberapa binatang. Pilihan pertama kami adalah kangguru, unta dan kijang. Pikiran kami langsung melayang pada tulisan Riri di majalah media smansa. Hahaha Guruku terbang ke negeri kangguru. Yang anehnya, di sini, kami melihat kucing di dalam kandang kangguru. Hahah aneh.
Kami berjalan lagi ke arah lain. Sekarang pandangan kami tertuju pada patung harimau di sebelah utara kebun binatang ini. Rupanya di sana ada museum. Kami memasuki museum tersebut. Kami naik ke lantai dua. Kami menemukan binatang yang diawetkan. Kami mencoba memegang. Seperti asli. Kami mengambil beberapa foto. Kemudian kami kembali turun ke bawah.
Ada bianglala(kalau gak salah ini namanya, hehehe) di depan museum ini. Beberapa teman mencoba permainan ini. Aku hanya memfoto dari bawah, karena aku takut naik permainan itu. Iih ngeri. Kami merasa lapar. Kami beranjak keluar kebun binatang. Beberapa teman pergi ke rumah makan simpang raya. Namun aku, Lenny, Tifa, Riri dan Upi ingin menikmati sesuatu yang ringan. Akhirnya kami makan es cendol dengan durian di depan simpang raya. Enak. Sangat enak. Setelah itu kami memutuskan untuk sholat di rumah nenek Riri. Tidak terlalu jauh dari pasar Bukittinggi. Kami berjalan ke arah samping Ramayana. Melewati hotel The hills, kemudian menyeberang jalan. Akhirnya kami menemukan rumah nenek Riri. Kami di sambut oleh adek sepupunya Riri. Katanya nenek Riri sedang tidur. Kami langsung mengambil wudu’ dan lsholat. Sedangkan Riri mengambilkan air minum untuk kami. Kami kemudian berfot-foto. Hehehe ternyata nenek Riri bangun dan menyapa kami. Nenek riri baik, beliau menyuguhkan kami kue.hahah enaklah. Kami kemudian minta permisi untuk kembali ke pasar.
Journey 5 girls kembali berlanjut. Hahahaha aku, Lenny, Riri, Tifa dan Upi cukup dekatlah. Dulu waktu lawatan sejarah ke Pekanbaru, kami juga satu kamar hotel hehehe. Kami sering pergi bareng. Hahaha kami kembali ke pasar Bukittinggi. Rencananya ingin membeli oleh-oleh. Kami pergi ke sebelah kanan Pasar Atas Bukittinggi. Kemudian kami berhenti di sebuah kedai. Pemilik kedainya sedang asyik melayani pembeli kerupuknya. Kami menunggu di sebelah kanan. Penjual tersebut mempersilahkan kami untuk mencicipi dulu. Waaah, kesempatan yang langka. Hahaha kami mencoba semua kerupuk. Yang paling rajin mencoba adalah Upi. Haaha Upi mudah menyesuaikan diri dengan keadaan hahahaha. Setelah memesan beberapa kerupuk, kami melanjutkan perjalanan.
Kami berhenti di sebuah tempat penjual makanan. Ada pergedel jagung dan kue, apa ya namanya hahaha. Upi membeli kue itu. Kemudian perjlanan berlanjut. Kami berjalan ke arah jam gadang. Salah satu teman menelepon upi dan mengatakan bahwa beberapa teman sudah menunggi di dekat jam gadang. Kami segera menuju jam gadang. Di sana kami menemukan Ovy, Tasha, gina, fifi dan beberapa teman lain. Kami duduk di dekat jam gadang. Tifa yang ingin sekali berfoto di jam gadang, langsung mewujudkan keinginannya.
Waktu sudah menunjukkan jam 5 lewat. Saatnya untuk kembali ke bus. Kami langsung pergi ke bus yang sudah menunggu di dekat kebun binatang (agak jauh dari kebun binatang heheh). Sepertinya kami harus mengakhiri liburan ini. Dengan perasaan sedih bercampur senang, kami menaiki bus. Bus mulai berjalan lagi.
Di tengah perjalanan, kami melihat dua gunung, sebelah kanan dan kiri. Kami berdebat yang manakah gunung singgalang, dan yang manakah gunung merapi. Hahaha aneh. Aku rasa yang sebelah kanan adalah gunung singggalang dan sebelah kiri adalah gunung merapi. Namun terdapat berbagai sanggahan. Hahaha
Di perjalanan ulang banyak yang tidur. Mungkin kelelahan karena sudah 2 hari kurang tidur. Setiba di Padang, Ica turun duluan, karena rumahnya di lubuk buaya. Kemudian Riri, Karina, Ryanda, Ovy, Tifa dan beberapa teman lain. Haaaa, perjalanan ini harus berakhir sampai di sini. Semua kenangan, tak akan pernah mungkin terlupakan, sangat menyenangkan. Semoga, masih ada perjalanan AT 2 PM lagi. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar